GROBOGAN, mediasapujagad.com – Warga Dusun Ngrandah, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, dibuat resah oleh seekor kera liar yang mondar-mandir di sekitar permukiman.
Hewan tersebut kerap terlihat berpindah dari satu rumah ke rumah lain untuk mencari makanan, bahkan beberapa kali masuk ke dalam rumah warga.
Kepala Desa Ngrandah, Siti Untari Handayani, mengatakan laporan pertama kali diterima pada Jumat, 7 November 2025.
Baca Juga: Kantah Grobogan Dampingi PN Purwodadi Lakukan Konstatering di Karangasem
Namun, tidak ada warga yang mengetahui pasti sejak kapan kera itu mulai berkeliaran di lingkungan mereka.
“Warga melapor ke saya pada Jumat pagi, tapi tidak tahu kapan kera itu mulai masuk ke kampung,” ujar Untari, Minggu (9/11).
Dalam sebuah video yang beredar di grup WhatsApp Info Seputar Grobogan, kera itu tampak memanjat pohon bambu di dekat sungai yang melintasi perkampungan.
Tak jarang, hewan tersebut terlihat meloncat dari atap ke atap dan masuk ke rumah warga.
Baca Juga: Pra Porprov Sambo Pertandingkan 19 Nomor, Perebutkan Kuota 100 Atlet
Warga sempat mencoba mengusir dengan memberi makanan agar kera itu pergi, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.
“Kera itu tidak menyerang warga, tapi suka membuat ulah seperti mengambil jemuran atau mengacak-acak barang,” ujar Untari.
Upaya Damkar Belum Berhasil
Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Induk Purwodadi telah melakukan upaya penangkapan sejak Kamis, 6 November 2025.
Regu yang dipimpin Heri Agus Susanto dan didampingi Sugiyanto, Kasi Pemadaman dan Penyelamatan, telah memasang jebakan di lokasi yang sering dilalui hewan tersebut.
Namun, jebakan yang disiapkan tidak berhasil menarik perhatian kera.
“Kami sudah pasang jebakan di beberapa titik, tapi monyetnya cerdik dan tidak mau mendekat,” ujar Kasi Pencegahan Kebakaran Daeng Sulardi.
Ia menambahkan, Damkar telah mengimbau warga agar tidak mencoba menangkap atau mengganggu kera tersebut demi menghindari risiko penyerangan.
“Kami sarankan warga tetap waspada dan tidak memancing emosi hewan itu. Serahkan penanganan pada petugas,” imbuhnya.
Agar penanganan lebih efektif, Damkar Grobogan kini menggandeng Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Rembang.
Rencananya, evakuasi gabungan akan dilakukan pada Senin (10/11) atau Selasa (11/11).
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPSDA Rembang untuk upaya penangkapan bersama. Hari ini regu Bangga, Kukuh, dan Purwowigati kembali berangkat ke lokasi untuk melakukan evakuasi ulang,” terang Sulardi.
Warga Ngrandah berharap penanganan ini segera menuntaskan keresahan mereka.
“Sudah beberapa hari ini warga was-was. Kami berharap kera itu bisa segera ditangkap supaya kampung kembali tenang,” ujar Untari.
Editor: Tanu Raga







