GROBOGAN, mediasapujagad.com – Seekor kera liar di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, membuat petugas pemadam kebakaran (Damkar) Induk Purwodadi kewalahan.
Hewan yang sudah beberapa hari terakhir berkeliaran di permukiman warga itu tampak begitu cerdik hingga tiga kali upaya penangkapan selalu gagal.
Padahal, berbagai cara sudah dilakukan petugas, mulai dari memasang jebakan berisi makanan, hingga melibatkan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Rembang untuk operasi gabungan.
Namun, hasilnya tetap saja masih nihil.
Baca Juga: Baru Diperbaiki, Tanggul Sungai Lusi Amblas Lagi Warga Koripan Cemas, Minta BBWS Segera Bertindak
Kera tersebut semula terlihat di wilayah RT 1 Dusun Ngrandah, kemudian berpindah ke RT 5, dan kini diduga berpindah ke Dusun Ganjing.
Warga melaporkan, hewan itu kerap memanjat atap rumah, mengambil jemuran, hingga mencuri makanan dari dapur.
“Kera itu masih berkeliaran, belum tertangkap. Sekarang malah sudah pindah ke Dusun Ganjing,” kata Kepala Desa Ngrandah, Sri Untari Handayani, Rabu (12/11).
Petugas Damkar Induk Purwodadi telah turun ke lokasi sebanyak tiga kali sejak laporan pertama pada Kamis (6/11).
Setiap kali datang, mereka memasang jebakan di titik yang sering dilalui kera liar tersebut.
Baca Juga: PGRI Dorong Revisi UU Sisdiknas Demi Pengakuan Guru PAUD
Namun, kecerdikan hewan itu membuat jebakan-jebakan tersebut tak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kami minta warga jangan memberi makan supaya kera lapar dan masuk ke jebakan. Tapi ternyata meski sempat masuk, dia tidak menyentuh makanan yang diikat dengan tali pemicu,” ujar Kabid Pemadam Kebakaran Damkar Induk Purwodadi, Sulardi.
Alih-alih tertangkap, kera itu justru memporak-porandakan tumpukan sampah di sekitar rumah warga.
“Masih belum beruntung, malah pindah ke kampung sebelah,” tambahnya.
Petugas bahkan sudah memasang dua jebakan dalam satu RT, namun kera itu tetap menghindar.
Dalam pantauan Minggu (9/11), Sulardi menyebut hewan itu sempat muncul dua kali, tapi langsung kabur saat didekati petugas.
“Begitu ada gerakan, langsung lari naik pohon bambu. Kayaknya monyetnya sudah paham. Sempat masuk jebakan, tapi belum sempat nyenggol tali sudah kabur keluar kandang,” ungkapnya.
Meski tiga kali gagal, Damkar Purwodadi belum akan menyerah.
“Kami tetap pantau pergerakannya dan sesuaikan strategi. Karena banyak pohon bambu, jadi butuh kerja sama lebih banyak
Editor: Tanu Raga







