GROBOGAN, mediasapujagad.com – Menjelang puncak musim penghujan, kondisi tanggul Sungai Lusi di wilayah RT 01 dan 02 RW 07 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, semakin mengkhawatirkan.
Dikhawatirkan, longsoran tersebut menyebabkan rumah di sekitarnya roboh.
Ketua RT 02 RW 07 Priyono mengatakan, beberapa rumah warga berada persis di bibir sungai dan kini terancam tergerus jika hujan deras terus turun.
Setiap kali debit air naik, mereka khawatir air melimpas ke permukiman.
Baca Juga: Baru Diperbaiki, Tanggul Sungai Lusi Amblas Lagi Warga Koripan Cemas, Minta BBWS Segera Bertindak
“Apalagi posisi rumah warga sebagian sangat dekat dengan lokasi longsoran,” ujarnya, Kamis (13/11).
Menurut Priyono, kejadian seperti ini bukan yang pertama.
Dalam sepuluh tahun terakhir, tanggul Sungai Lusi di wilayahnya sudah tiga kali mengalami longsor.
Longsor kali ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya.
“Kami berharap pemerintah bisa segera membangun talud permanen agar tidak terus terulang,” tandasnya.
Retakan yang awalnya kecil kini melebar hingga menyebabkan longsoran sepanjang 100 meter dan menggerus badan jalan di tepi sungai.
Sementara itu, Lurah Kuripan Faiq Najib Hasan yang meninjau langsung ke lokasi longsoran mengatakan, laporan awal mengenai retakan tanggul terjadi pada Kamis, 25 September 2025.
Pihak kelurahan langsung menindaklanjuti dengan mengirim surat kepada BBWS Pemali Juana keesokan harinya.
“Penanganan dilakukan cepat. Pada hari yang sama, petugas BBWS turun ke lokasi untuk melakukan pekerjaan pemasangan pancang bambu, geotekstil, dan geobag. Pekerjaan selesai pada 14 Oktober 2025,” ujar Faiq.
Namun, tak lama setelah pekerjaan selesai, curah hujan tinggi menyebabkan elevasi Sungai Lusi meningkat tajam.
Baca Juga: Tiga Kali Upaya Penangkapan Kera Liar Gagal, Padahal Sudah Gandeng BPSDA Rembang
Arus deras kembali mengikis tanggul hingga menyebabkan longsor susulan.
Beberapa hari setelah pekerjaan selesai, retakan muncul lagi.
“Kami sudah melaporkan hal ini dan terus berkoordinasi dengan BBWS. Mereka juga sudah beberapa kali melakukan survei ke lapangan,” terangnya.
Akibat longsor tersebut, lebar jalan yang semula lima meter kini hanya tersisa setengah meter saja.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan permukiman di sekitarnya.
Selain wilayah RT 01 dan 02, tanggul di dekat malam di wilayah RT 03 juga mengalami hal serupa.
Namun, sudah ditangani pihak BBWS Pemali Juana.
Warga berharap, penanganan permanen segera dilakukan sebelum hujan mencapai puncaknya.
Mereka khawatir, tanpa penanganan serius, kerusakan bisa meluas dan mengancam keselamatan jiwa.
Editor: Tanu Raga







