GROBOGAN, mediasapujagad.com – Warga Kelurahan Koripan, Kecamatan Purwodadi, dibuat waswas menyusul tanggul Sungai Lusi yang kembali amblas, meski baru diperbaiki beberapa pekan lalu oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Longsoran itu kini mengancam akses jalan warga dan permukiman di sekitarnya.
Ketua RT 01 RW 07 Kelurahan Kuripan, Heri, mengungkapkan bahwa tanggul tersebut sebenarnya sudah sempat diperbaiki BBWS.
Namun, upaya perbaikan yang dilakukan BBWS itu tak bertahan lama.
“Dulu sudah pernah diperbaiki BBWS, tapi belum genap satu bulan tanggul sudah longsor lagi. Tepatnya dua pekan yang lalu. Padahal sudah dipasangi trucuk bambu dan geotekstil,” ujarnya, Rabu (12/11).
Baca juga: PGRI Dorong Revisi UU Sisdiknas Demi Pengakuan Guru PAUD
Menurut Heri, setiap kali elevasi Sungai Lusi meningkat, air kerap melimpas ke tanggul dan menyebabkan kikisan di sisi luar.
Kondisi itu mempercepat kerusakan hingga akhirnya tanggul kembali longsor.
“Memang sebelum diperbaiki retaknya sudah parah. Setelah diperbaiki malah semakin melebar dan menyebabkan longsor,” katanya.
Ia menambahkan, longsoran paling parah terjadi di sisi selatan sungai atau di sisi kiri dari arah timur.
Selain faktor arus sungai, saluran pembuangan air di belakang rumah warga juga sempat menjadi penyebab tambahan.
Baca Juga: Dana Transfer ke Pemkab Grobogan Bakal Berkurang Rp 380 MILIAR
“Tapi kemarin sudah ditutup oleh BBWS,” jelasnya.
Keresahan juga dirasakan warga sekitar, termasuk Yati, yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi tanggul.
Ia mengaku khawatir longsoran akan semakin melebar dan mengancam keselamatan warga.
“Kami takut kalau longsoran itu makin besar dan menimpa rumah. Harapannya segera diperbaiki sebelum musim hujan makin deras,” tuturnya.
Warga berharap BBWS Pemali Juana segera turun tangan untuk melakukan penanganan permanen, mengingat potensi longsor susulan cukup tinggi.
“Kalau tidak segera diperkuat, takutnya nanti jalan di atas tanggul ikut ambles,” kata Heri.
Sebelumnya, hasil assessment dari BPBD Kabupaten Grobogan mencatat panjang longsoran mencapai sekitar 57 meter dengan lebar 4 meter.
Struktur beton tanggul bergeser, dan badan jalan di atas tanggul mulai terancam amblas.
BPBD telah merekomendasikan penanganan darurat berupa pemasangan rambu peringatan dan pembatasan aktivitas warga di sekitar lokasi.
“Kami juga sudah mengirim surat permohonan penanganan ke BBWS Pemali Juana sejak akhir September lalu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahju Tri Darmawanto.
Hingga kini, warga masih menunggu tindak lanjut dari BBWS agar tanggul Sungai Lusi di Kelurahan Koripan tidak kembali memicu bencana di tengah musim hujan.
Editor: Setyo Utomo







