SOLO, mediasapujagad.com – Aliansi Masyarakat Kota Solo menebarkan pesan damai melalui gerakan pembagian stiker bertuliskan Solo Damai Solo Aman, Joglosukun atau Jogo Solo Supoyo Rukun.
Sebanyak 25.000 stiker ditargetkan tersebar di titik-titik strategis Kota Solo sebagai pengingat agar masyarakat menjaga kerukunan dan menolak aksi anarkis.
Gerakan itu disampaikan dalam deklarasi damai bertajuk Joglosukun yang digelar di halaman Museum Radya Pustaka, Laweyan, Minggu (21/9).
Kegiatan diikuti ratusan orang dari berbagai organisasi masyarakat, paguyuban, dan komunitas.
Baca Juga: Kades Tlogomulyo Merasa Difitnah karena Dituduh Selewengkan Dana Desa
Penyelenggara deklarasi, BRM. Kusumo Putro, menyebut inisiatif ini lahir dari keprihatinan masyarakat atas kerusakan fasilitas umum dan Gedung DPRD Solo akibat aksi anarkis beberapa waktu lalu.
“Deklarasi ini untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang. Mari kita jaga Solo tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, 10.000 stiker dibagikan kepada warga yang mengikuti Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi.
Stiker juga ditempelkan di becak dan warung-warung sekitar lokasi.
“Targetnya 25.000 stiker bisa terpasang di tempat strategis agar pesan damai ini benar-benar sampai ke masyarakat,” imbuh Kusumo.
Ketua Pelaksana kegiatan, Wisnu Tri Pamungkas, menegaskan bahwa aksi anarkis yang terjadi sebelumnya tidak mencerminkan watak warga Solo.
“Orang Solo itu bertindak dengan perasaan, bukan merusak. Itu bukan sifat warga asli Solo,” katanya.
Deklarasi ditutup dengan ikrar bersama menjaga keamanan dan kenyamanan Solo, sekaligus melestarikan seni, budaya, dan kearifan lokal agar tetap lestari.
Editor: Tanu Raga







