instagram youtube
logo

      2025 | MEDIASAPUJAGAD.COM - All Rights Reserved

WTP ke-10 Kali Berturut-turut, DPRD Grobogan Soroti Belanja Tak Terserap dan Temuan BPK

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Kabupaten Grobogan sorority Belanja tak terserap dan temuan BPK saat Sidang Paripurna (30/06).

DPRD Kabupaten Grobogan sorority Belanja tak terserap dan temuan BPK saat Sidang Paripurna (30/06).

GROBOGAN, mediasapujagad.com – Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya dari BPK RI Perwakilan Jawa Tengah atas Laporan Keuangan APBD 2024. Namun, sejumlah fraksi DPRD menyoroti belanja daerah yang tidak terserap maksimal, serta temuan-temuan BPK yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti.

Dalam rapat paripurna ke-17 DPRD Grobogan yang digelar Senin, 30 Juni 2025, seluruh fraksi menyampaikan pemandangan umum atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.

Setiap Fraksi mengawali pandangan umumnya dengan mengapresiasi keberhasilan Pemkab Grobogan mempertahankan opini WTP. Namun, semua itu tak lantas membuat pelaksanaan anggaran dinilai tanpa cela.

Meski apresiasi terhadap capaian WTP mewarnai pidato seluruh juru bicara fraksi, tak sedikit kritik dan koreksi disampaikan secara terbuka.

“Fraksi HANURA menyampaikan terima kasih atas capaian tersebut, namun kami tetap menyoroti peningkatan pendapatan dan rendahnya serapan belanja di sejumlah dinas,” ujar M. Qanniexa, juru bicara Fraksi HANURA.

Hal senada disampaikan oleh Fraksi KEADILAN NASIONAL dan Fraksi PDIP yang berharap WTP ini tak hanya simbol administratif, tapi juga berdampak pada peningkatan layanan publik.

Fraksi PPP menyoroti tidak terserapnya anggaran pada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Kegiatan Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi hanya terserap 33,07%, dan belanja aset tetap lainnya hanya 32,42%. Sementara itu, Dinas Pendidikan hanya merealisasikan 75,25% dari anggaran pembinaan minat dan bakat siswa.

“Anggaran tersisa terlalu besar. Ini pertanda bahwa perencanaan belum matang,” kata juru bicara PPP, Amin Rois Abdul Ghoni.

Senada, Fraksi PDIP juga menyesalkan rendahnya serapan anggaran di sektor pendidikan, terutama pada kegiatan pengembangan karir guru SMP. Fraksi ini juga mempertanyakan penurunan pendapatan RSU Ki Ageng Getas Pendowo Gubug.
Fraksi Gerindra dan Hanura mengapresiasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang bahkan melampaui target 108%. Namun, mereka menuntut rincian sektor yang berkontribusi terhadap kenaikan itu.

“Fraksi Gerindra ingin tahu sektor pajak dan retribusi mana yang dominan mengalami peningkatan,” tegas dr. H. Miftahuddin Alif Sugeng, MARS selaku jubir.

Fraksi Hanura pun meminta kejelasan atas rincian pendapatan DPPKAD, Dinas Kesehatan, DISPORABUDPAR, dan Dinas Perhubungan.
Fraksi PKB menjadi yang paling kritis terhadap temuan-temuan Badan Pemeriksa Keuangan. Dari honorarium yang tidak sesuai ketentuan, selisih tunjangan PPPK, hingga dana bantuan RTLH yang digunakan oleh perangkat desa, semuanya diminta untuk segera ditindaklanjuti.
FPKB menyebut terdapat kekurangan volume pekerjaan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Jika tak segera dikembalikan, kami sarankan Bupati memberikan sanksi,” tegas juru bicara Harnomo.

Beberapa fraksi seperti Karya Demokrat dan PPP turut menyoroti persoalan sosial dan infrastruktur. Karya Demokrat meminta Satpol PP dan kepolisian menindak pencurian aset daerah, serta menekankan pentingnya perbaikan jembatan dan jalan rusak di beberapa titik.

Adapun PPP mengusulkan agar APBD tahun depan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung siswa berprestasi mengikuti lomba tingkat daerah hingga nasional tanpa membebani wali murid.

Editor : Setyo Utomo

Berita Terkait

Tiga Raperda Dicoret, DPRD Grobogan Sesuaikan Propemperda 2026
Revisi Perda Didorong, Pemkab Ingin Aset Tak Lagi Jadi Catatan BPK
DPRD Grobogan Bahas Sejumlah Raperda di Bulan Oktober
Ini Rencana Kerja DPRD Grobogan di Tahun 2026, Ada 48 Rapat Paripurna
DPRD Grobogan Prioritaskan Kualitas Regulasi, Pembahasan Raperda Madrasah Diniyah Diundur ke 2026
Fraksi Karya Demokrat DPRD Grobogan Kritisi Pinjaman Daerah Rp200 Miliar
Stabilitas Politik Kunci Pembangunan, DPRD Grobogan Tekankan Dialog dan Musyawarah
DPRD Grobogan Siap Kawal Anggaran Perbaikan 11 SD Rusak

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:21

Tiga Raperda Dicoret, DPRD Grobogan Sesuaikan Propemperda 2026

Senin, 13 Oktober 2025 - 16:21

Revisi Perda Didorong, Pemkab Ingin Aset Tak Lagi Jadi Catatan BPK

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:53

DPRD Grobogan Bahas Sejumlah Raperda di Bulan Oktober

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:51

Ini Rencana Kerja DPRD Grobogan di Tahun 2026, Ada 48 Rapat Paripurna

Rabu, 1 Oktober 2025 - 11:01

DPRD Grobogan Prioritaskan Kualitas Regulasi, Pembahasan Raperda Madrasah Diniyah Diundur ke 2026

Berita Terbaru

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. (mediasapujagad.com/dok)

Kesehatan

Program MBG Belum Merata, Edy Desak BGN Sasar Wilayah 3T

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:02