instagram youtube
logo

      2025 | MEDIASAPUJAGAD.COM - All Rights Reserved

Komisi B Soroti Serangan Tikus di Kradenan dan Pulokulon, Rencana Rapatkan Petani dan Dinas

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi B DPRD Grobogan Sukanto (kiri) saat mengikuti rapat di Paripurna II. (dok/mediasapujagad.com)

Anggota Komisi B DPRD Grobogan Sukanto (kiri) saat mengikuti rapat di Paripurna II. (dok/mediasapujagad.com)

GROBOGAN, mediasapujagad.com – Serangan hama tikus yang kian masif di sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan menjadi perhatian serius DPRD setempat.

Anggota Komisi B DPRD Grobogan, Sukanto dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyoroti tingginya serangan hama tikus di Kecamatan Kradenan dan Pulokulon yang menyebabkan kegagalan panen bagi banyak petani.

“Hama tikus ini sudah sangat meresahkan. Gropyokan memang masih berjalan, dengan insentif Rp2.000 per ekor, namun belum cukup efektif,” ujarnya, Selasa (22/7).

Ia mengungkapkan, pihaknya tengah menyusun konsep penanggulangan hama secara menyeluruh, bekerja sama dengan Dinas Pertanian, petugas penyuluh lapangan (PPL), dan pemerintah desa.

Baca Juga: Optimalisasi Penyertaan Modal Daerah: Bupati Grobogan Jawab Sorotan DPRD

“Nanti kita akan rapatkan. Tidak hanya di Kradenan dan Pulokulon, tapi juga di Toroh yang juga mengalami serangan tikus. Kita akan undang Dinas Pertanian dan perwakilan kelompok tani.”

“Targetnya, kita tidak sekadar menunggu laporan, tapi mencari formula konkret agar tikus tidak merajalela,” tegas Sukanto.

Menurutnya, hama tikus merupakan fenomena musiman yang berpindah-pindah lokasi. Karena itu, pola penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi lokal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian dan Pangan Dispertan Grobogan, Pujiyono, membenarkan bahwa wilayah Grobogan merupakan daerah endemis organisme pengganggu tanaman (OPT) tikus.

Baca Juga: Pertanggungjawaban APBD Grobogan 2024 Disepakati, Evaluasi Gubernur Menanti

Menurutnya, perubahan iklim turut memicu ledakan populasi tikus.

“Untuk menekan populasi, kami terus melakukan gerakan pengendalian (gerdal) tikus hampir setiap hari dan mengembangkan rumah burung hantu sebagai predator alami tikus,” jelasnya.

Pujiyono menambahkan, sistem tanam jempolan juga menjadi solusi adaptif menghadapi iklim.

Petani mulai menerapkan pola tanam cepat dengan metode ‘menjemput panen’.

Sebelum panen palawija seperti jagung, petani sudah menanam padi di sela lahan.

“Karena sistem pertanian di Grobogan berbasis tadah hujan, pola tanam cepat menjadi strategi untuk memaksimalkan hasil di tengah perubahan cuaca,” tandasnya.

Editor : Setyo Utomo

Berita Terkait

Tiga Raperda Dicoret, DPRD Grobogan Sesuaikan Propemperda 2026
Revisi Perda Didorong, Pemkab Ingin Aset Tak Lagi Jadi Catatan BPK
DPRD Grobogan Bahas Sejumlah Raperda di Bulan Oktober
Ini Rencana Kerja DPRD Grobogan di Tahun 2026, Ada 48 Rapat Paripurna
DPRD Grobogan Prioritaskan Kualitas Regulasi, Pembahasan Raperda Madrasah Diniyah Diundur ke 2026
Fraksi Karya Demokrat DPRD Grobogan Kritisi Pinjaman Daerah Rp200 Miliar
Stabilitas Politik Kunci Pembangunan, DPRD Grobogan Tekankan Dialog dan Musyawarah
DPRD Grobogan Siap Kawal Anggaran Perbaikan 11 SD Rusak

Berita Terkait

Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:21

Tiga Raperda Dicoret, DPRD Grobogan Sesuaikan Propemperda 2026

Senin, 13 Oktober 2025 - 16:21

Revisi Perda Didorong, Pemkab Ingin Aset Tak Lagi Jadi Catatan BPK

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:53

DPRD Grobogan Bahas Sejumlah Raperda di Bulan Oktober

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:51

Ini Rencana Kerja DPRD Grobogan di Tahun 2026, Ada 48 Rapat Paripurna

Rabu, 1 Oktober 2025 - 11:01

DPRD Grobogan Prioritaskan Kualitas Regulasi, Pembahasan Raperda Madrasah Diniyah Diundur ke 2026

Berita Terbaru

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. (mediasapujagad.com/dok)

Kesehatan

Program MBG Belum Merata, Edy Desak BGN Sasar Wilayah 3T

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:02